Follow us on FaceBook

Pages

Jumat, 16 Desember 2011

5cm.... ya 5cm...

"Taruh mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu,
apa yg kamu mau kejar…
Kamu taruh di sini… jangan menempel di kening.
Biarkan…
dia…
menggantung…
mengambang…
5 centimeter…
di depan kening kamu…
Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu.
Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari,
kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa.
Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri,
kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu NGGAK BISA menyerah.
Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh,
bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apa pun itu,
segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri…
Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu.
Dan…
sehabis itu yang kamu perlu…
Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya,
tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya,
mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya,
lapisan tekad yg seribu kali lebih keras dari baja…
Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya…
Serta mulut yang akan selalu berdoa…"

(quoted from 5cm: Donny Dhirgantoro)

Minggu, 07 Agustus 2011

jangan bersedih,,, :')

Sudah jangan bersedih..
Karena Allah pun tak pernah pilih kasih...
Pada hamba-Nya yang merintih...
Yang tak kuat menahan perih...
Yang telah lelah jalan tertatih...
Ya Rabb aku berdoa dengan lirih...
Mengharap belas kasih...
Berdoa walaupun tak fasih...
Maafkan lidah karena selalu berdalih...
Yang selalu mencari alih-alih
Bahkan tak terlatih...
untuk sekedar mengucap tasbih...

sudah jangan bersedih...

Senin, 13 Juni 2011

jika Akhwat jatuh cinta...

Tak ada yg aneh, mereka jg adalah manusia.
Bukankah cinta adalah fitrah manusia?
Tak pantaskah akhwat jatuh cinta?
Mereka jg punya hati dan rasa...

Tapi tahukah kalian betapa berbedanya mereka saat cinta seorang lelaki menyapa hatinya?
Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu di wajah, tak ada buncah suka di dada...
Namun sebaliknya...
Ketika akhwat jatuh cinta...
Yg mereka rasakan adalah penyesalan yg amat sangat, atas sebuah hijab yg tersingkap.
Ketika lelaki yg tak halal baginya, bergelayut dlm alam fikirnya, yg mrka rasakan adalah ketakutan yg bgt besar akan cinta yg tak suci lg..
Ketika rasa rindu mulai merekah d hatinya, yg mereka rasakan adalah kesedihan yg tak terperih akan sbuah asa yg tak semestinya..

Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu..
Yang ada adalah malam2 yg di penuhi air mata penyesalan atas cintaNya yg ternodai..
Yg ada adalah kegelisahan, krn rasa yg salah arah..
Yg ada adalah penderitaan akan hati yg mulai sakit..

Ketika akhwat jatuh cinta..
Bukan harapan u brtemu yg mrk nantikan, tapi yg ada adalah rasa ingin menghindar dan menjauh dr org tsb.
Tak ada kata2 cinta, dan rayu.. Yg ada adalah kehawatiran yg amat sangat akan hati yg mulai merindukan lelaki yg blm halal atau bahkan tak akan pernah halal baginya..
Ketika mereka jatuh cinta, maka perhatikanlah, kegelisahan di hatinya yg tak mampu lg memberiny ketenangan di wajahnya yg dulu teduh..
Mrk akan terus berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya.. Bahkan kendati dia harus menghilang, maka itu pun akan mrk lakukan..

Alangkah kasihannya jika akhwat jatuh cinta.. Krn yg ada adalah penderitaan..

Tapi ukhti.. Bersabarlah.. Jadikan ini ujian dr Rabbmu..
Matikan rasa itu secepatnya..
Pasang tembok pembatas antara kau dan dia..
Pasang duri dlm hatimu agar rasa itu tak tumbuh bersemi..
Cuci dgn air mata penyesalan akan hijab yg tersingkap..
Putar balik kemudi hatimu, agar rasa itu tetap terarah padaNya..
Hapuslah rasa rindu padanya dan kembalikan dlm hatimu rasa rindu akan cinta Rabbmu..
Ukhti.. Jangan khawatir kau akan kehilangan cintanya.. Krn bila memang kalian di takdirkan bersama, maka tak akan ada yg dpt mencegah kalian bersatu..
Tp ketahuilah, bgmn pun usaha kalian utk bersatu, jika Allah tak menghendakinya, maka tak akan pernah kalian bersatu..


Ukhti.. Bersabarlah.. Biarkan Allah yg mengaturnya.. Maka yakinlah.. Semuanya akan baik-baik saja..

(re-copied)

Minggu, 12 Juni 2011

Apa Pantas Berharap Surga?

Sholat dhuha cuma dua rakaat, qiyamullail (tahajjud) juga hanya dua rakaat,
itu pun sambil terkantuk-kantuk.
Sholat lima waktu?
Sudah jarang di masjid, milih ayatnya yang pendek-pendek pula...
Tanpa doa, dan segala macam puji untuk Allah,
Dilipatlah sajadah yang belum lama tergelar itu.
Lupa pula dengan sholat rawatib sebelum maupun sesudah shalat wajib.
Satu lagi, semua di atas itu belum termasuk catatan:.....
"Kalau tidak terlambat" atau "Asal nggak bangun kesiangan".
Dengan sholat model begini, apa pantas mengaku ahli ibadah?

Padahal Rasulullah dan para sahabat senantiasa mengisi malam-malamnya....
dengan derai tangis memohon ampunan kepada Allah.
Tak jarang kaki-kaki mereka bengkak oleh karena terlalu lama berdiri dalam khusyuknya.
Kalimat-kalimat pujian dan pinta tersusun indah seraya berharap .
Allah Yang Maha Mendengar mau mendengarkan keluh mereka.
Ketika adzan berkumandang, segera para sahabat meninggalkan semua aktivitas .
menuju sumber panggilan, ....
kemudian waktu demi waktu mereka habiskan untuk bersimpuh....
di atas sajadah-sajadah penuh tetesan air mata.

Baca Qur'an sesempatnya, tanpa memahami arti dan maknanya,
apalagi meresapi hikmah yang terkandung di dalamnya.
Ayat-ayat yang mengalir dari lidah ini tak sedikit pun membuat dada ini bergetar,
padahal tanda-tanda orang beriman itu adalah .....
ketika dibacakan ayat-ayat Allah maka tergetarlah hatinya.
Hanya satu dua lembar ayat yang sempat dibaca sehari, itu pun tidak rutin.
Kadang lupa, kadang sibuk, kadang malas.
Yang begini ngaku beriman?

Tidak sedikit dari sahabat Rasulullah yang menahan nafas mereka .
untuk meredam getar yang menderu saat membaca ayat-ayat Allah.
Sesekali mereka terhenti, ......tak melanjutkan bacaannya
ketika mencoba menggali makna terdalam ....
dari sebaris kalimat Allah yang baru saja dibacanya.
Tak jarang mereka hiasi mushaf di tangan mereka dengan tetes air mata.
Setiap tetes yang akan menjadi saksi di hadapan Allah ....
bahwa mereka jatuh karena lidah-lidah indah yang melafazkan ayat-ayat Allah .
dengan pemahaman dan pengamalan tertinggi.

Bersedekah jarang, begitu juga infak.
Kalau pun ada, itu pun dipilih mata uang terkecil yang ada di dompet.
Syukur-syukur kalau ada receh.
Berbuat baik terhadap sesama juga jarang,
paling-paling kalau sedang ada kegiatan bakti sosial, yah hitung-hitung ikut meramaikan.
Sudah jarang beramal, amal yang paling mudah pun masih pelit, yaitu senyum.
Apa sih susahnya senyum?
Kalau sudah seperti ini, apa pantas berharap Kebaikan dan Kasih Allah?

Rasulullah adalah manusia yang paling dirindui,
senyum indahnya, tutur lembutnya, belai kasih dan perhatiannya,
juga pembelaannya bukan semata milik Khadijah, Aisyah, dan istri-istri beliau yang lain.
Juga bukan teruntuk Fatimah dan anak-anak Rasulullah lainnya.
Ia senantiasa penuh kasih dan tulus terhadap semua yang dijumpainya, .
bahkan kepada musuhnya sekali pun.
Ia juga mengajarkan para sahabat untuk berlomba beramal shaleh,
berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya.

Setiap hari ribut dengan tetangga. Kalau bukan sebelah kanan, ....
ya tetangga sebelah kiri.
Seringkali masalahnya cuma soal sepele dan remeh temeh,
tapi permusuhan bisa berlangsung berhari-hari,
kalau perlu ditambah sumpah tujuh turunan.
Waktu demi waktu dihabiskan untuk menggunjingkan aib dan kejelekan saudara sendiri.
Detik demi detik dada ini terus jengkel...
setiap kali melihat keberhasilan orang dan berharap orang lain celaka .
atau mendapatkan bencana.
Sudah sedemikian pekatkah hati yang tertanam dalam dada ini?
Adakah pantas hati yang seperti ini bertemu dengan Allah dan Rasulullah kelak?

Wajah indah Allah dijanjikan akan diperlihatkan hanya .
kepada orang-orang beriman yang masuk ke dalam surga Allah kelak.
Tentu saja mereka yang berkesempatan hanyalah para pemilik wajah indah pula.
Tak inginkah kita menjadi bagian kelompok yang dicintai Allah itu?
Lalu kenapa masih terus bermuka masam terhadap saudara sendiri?

Dengan adik tidak akur, kepada kakak tidak hormat.
Terhadap orang tua kurang ajar, sering membantah, sering membuat kesal hati mereka,
apalah lagi mendoakan mereka, mungkin tidak pernah.
Padahal mereka tak butuh apa pun ...
selain sikap ramah penuh kasih dari anak-anak yang telah mereka besarkan .
dengan segenap cinta.
Cinta yang berhias peluh, air mata, juga darah.
Orang-orang seperti kita ini, apa pantas berharap surga Allah?

Dari ridha orang tua lah, ridha Allah diraih.
Kaki mulia ibu lah yang disebut-sebut tempat kita merengkuh surga.
Bukankah Rasulullah yang tak beribu memerintahkan untuk berbakti kepada ibu,
bahkan tiga kali beliau menyebut nama ibu sebelum kemudian nama Ayah?
Bukankah seharusnya kita lebih bersyukur saat ......
masih bisa mendapati tangan lembut untuk dikecup,
kaki mulia tempat bersimpuh,
dan wajah teduh yang teramat hangat dan menyejukkan?
Karena begitu banyak orang-orang yang tak lagi mendapatkan kesempatan itu.
Ataukah harus menunggu Allah memanggil orang-orang terkasih itu...
hingga kita baru merasa benar-benar membutuhkan kehadiran mereka?
Jangan tunggu penyesalan. .....
Bagaimanakah sikap kita ketika bersimpuh di pangkuan orang tua .
ketika Iedul Fitri yang baru berlalu ....???
Apakah hari itu....hanya hari biasa yang dibiarkan berlalu tanpa makna.........???
Apakah siang harinya....kita sudah mengantuk....dan akhirnya tertidur lelap...?
Apakah kita merasa sulit tuk meneteskan air mata...???
atau bahkan kita menganggap cengeng......???
sampai sekeras itukah hati kita....???
Ya...Allah .ya Rabb-ku......jangan Kau paling hati kami menjadi hati yg keras......,
sehingga meneteskan air matapun susah.......
merasa bersih......merasa suci....
merasa tak bersalah......merasa tak butuh orang lain......
merasa modernis.....dan visionis.........
Padahal dibalik cermin masa depan yang kami banggakan.....
terlukis bayang hampa tanpa makna.....dan kebahagiaan semu penuh ragu.....

Astaghfirullaah ......Yaa Allah...ampunilah segenap khilaf kami. Amin

Kamis, 12 Mei 2011

ini yang dapat aku ceritakan...

kawan , bukanakah sudah kita tahu dan kita sadari... jalan ini memang tak pernah seperti apa yang kita inginkan juga kita harapkan tapi "perlu" untuk kita perjuangkan.... namun pantaskah diri ini terus dan terus mengeluh tentang betapa sulitnya jalan yang kita lalui ini... sementara kita tahu bahwa pada masa terdahulu pada zaman nabiyullaah kita Muhammad SAW perjuangannya jauh lebih getir dan pahit dari yang kita rasakan saat ini... maka apakah pantas berharap syurga jika baru bekerja sedikit saja sudah mengeluh sekaligus juga diceritakan kepada orang lain , lantas apa yang kita dapatkan dari hasil kerja yang telah kita buat ? pahala yang seharusnya utuh seratus persen menjadi hilang bahkan raib tanpa sisa hanya karena lisan ini tak terjaga untuknya.....
kawan , boleh kau menceritakan hasil kerja yang telah kau berikan untuk jalan ini , namun tujuannya bukanlah untuk memamerkan atau merendahkan orang lain tapi jadikanlah itu sebagai suatu cerita yang bermanfaat bagi orang lain yang mampu menjadikan motivasi bagi orang lain....
kawan , dalam goresan ini aku tak bermaksud menjadikan diriku sebagai orang yang paling mulia dan paling hebat dalam ukuran takwa atau apapun karena hanya Zat Yang Maha Agung yang mampu mengukur itu semua , namun aku hanya ingin mengingatkan diri ini yang begitu dhaif dan juga dirimu....

maaf jika saat kau membacanya kau merasa terpukul dan sakit hati , namun hanya ini lah yang mampu aku lakukan karena aku tak dapat menegurmu... biarkanlah kau menemui jalan mu sendiri...
ya memang itu.....

Minggu, 20 Maret 2011

Rabb.....

Rabb..andai diri ini sudah tak mampu berlari maka tarik kaki ini agar terus berjalan, andai kaki tak dapat berjalan , seret diri ini untuk bisa merangkak, dan andai merangkak pun tak mampu maka biarkan diri ini terus berharap dan berdoa pada–Mu....
Karena ku tahu jalan ini tak semudah yang dibayangkan... namun... asal Kau tak mengusir diriku dari sini aku akan bertahan...
Rabb..Rabb..andai diri ini sudah tak mampu berlari maka tarik kaki ini agar terus berjalan, andai kaki tak dapat berjalan , seret diri ini untuk bisa merangkak, dan andai merangkak pun tak mampu maka biarkan diri ini terus berharap dan berdoa pada–Mu....
Karena ku tahu jalan ini tak semudah yang dibayangkan... namun... asal Kau tak mengusir diriku dari sini aku akan bertahan...
Rabb..

Jumat, 18 Maret 2011

Benarkah Kita Generasi itu ????

Epilog seorang Hamba

Rajutan kisah hari ini...
Siapa kami sebenarnya? Apa alasan kami bergabung dalam barisan ini? Mengapa kemudian Allah memilih kami? Lalu mengapa pula harus ada yang berguguran?
Berhari-hari aku merenung, kadang hingga pukul 3 pagi, kadang sampai adzan subuh berkumandang.. sungguh ya Rabb, aku mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan sederhana yang biasanya bisa aku jawab dengan mudah. Benarkah kami generasi itu ??? generasi ghuraba yang Engkau janjikan dalam al-qur’an kehadirannya untuk memberikan cahaya ditengah-tengah gelapnya kefanaaan dunia. Benarkah kami generasi itu?? Generasi yang tidak lagi peduli akan hinaan, cemoohan, bahkan pujian orang karena yang yang diinginkannya hanyalah ridhoMu semata.. benarkah kami generasi itu????
Sungguh aku malu mengaku sebagai bagian darinya, aku lebih sering memikirkan diriku sendiri, aku lebih suka memikirkan bagaimana cara membahagiakan orang tuaku ketimbang bagaimana caranya membebaskan saudara-saudaraku dipalestina dari penjajahan. Aku lebih sering berfikir keras didepan layar komputer untuk mengerjakan tugas - tugasku daripada berfikir untuk da’wah...aku lebih sering membaca buku-buku pergerakan ketimbang membaca ayat-ayatNya..astaghfirullah…betapa kerdilnya hambaMu ini ya Rabb…betapa aku lebih sering berdo’a meminta kemudahan dalam tugas-tugas ku, meminta kelapangan hidup..aku bahkan tidak pernah berdo’a memohon agar Engkau berkenan mencintaiku…aku bahkan lebih sering memohon untuk cinta hamba ciptaanMu..Astaghfirullaah..
Aku malu ketika ternyata banyak orang-orang diluar sana yang memberikan kontribusi labih dari apa yang sanggup aku berikan. Aku begitu malu ketika sadar ada hal lain yang terselip dalam hati kecilku, ya Rabbi..pantaskah hambaMu ini berada dalam barisan yang seharusnya berisi orang-orang sholeh? Betapa seringnya aku mengeluh tanpa sadar bahwa para pemimpin jama’ah ini berfikir puluhan kali lipat, bekerja puluhan kali lipat dan berkorban puluhan kali lipat..tidur mereka yang sedikit, anak dan istri yang harus sering mereka tinggalkan, kelelahan yang teramat sangat tak membuat mereka mengeluh.. aku malu mengaku sebagai jundi mereka..pantaskah??
Ya Rabb..benarkah aku ini pengikut kekasihMu Rasulullah SAW? Sedangkan aku lebih sering merindukan manusia biasa ketimbang merindukannya, aku lebih sering melantunkan nasyid-nasyid harokah ketimbang bershalawat atasnya…pantaskah aku berharap untuk bertemu dengannya Rabb? Sedangkan aku tidak memiliki satupun amalan yang bisa aku banggakan…
Ya Rabbi…apa sebenarnya yang aku cari? Benarkah selama ini aku hanya mengharapkan ridhoMu semata? Benarkah semua yang aku kerjakan hanya untuk mendapatkan eksistensi dihadapanMu? Sedangkan aku lebih sering mempertimbangkan ucapan-ucapan bodoh manusia ketimbang peringatanMu..

Hufffff namun……….apapun jawabanMu Rabb..jangan usir aku dari jalan ini……

Kamis, 24 Februari 2011

Teruntuk kaum wanita......

apalah lagi yang tersisa dari makna kecantikan setelah kita tau betapa indah dan rupawannya sarah dan khadijah… apalah lagi yang tersisa dari makna kesabaran dan kesetiaan setelah kesabaran dan ketabahan siti hajar melakoni hidup bersama putranya Ismail AS. Beliau yang begitu sabar ketika harus ditinggalkan suaminya ditengah gurun yang tandus setelah tau bahwa itu adalah perintah Allah…apa lagi yang tersisa dari keluhuran budi pekerti setelah kemuliaan akhlak Fatimah Az Zahra , apa lagi yang tersisa dari makna kesempurnaan seorang wanita setelah semuanya terkumpul pada Aisyah binti Abu Bakar. yang ilmunya melebihi ilmu dari seluruh wanita yan ada dibumi… yang wajah nya bisa menenangkan hati Rasulullah…yang kesuciannya diumumkan oleh Sang Khaliq melalui ayat Al-Qur’an…

wahai saudariku...
sungguh tak ada yang pantas kita sombongkan dari apa yang kita punya saat ini. kita bukanlah apa-apa…bukan siapa-siapa…

Minggu, 20 Februari 2011

subhanallaah , hari yang begitu menyenangkan :),senang sekali bisa melewati hari ini dengan penuh keceriaan. pagi-pagi sudah beres-beres rumah sekaligus kamar. rubah settingan kamar biar lebih nyaman ^^, habis itu mandi terus siap-siap berangkat ke Masjid Istiqamah datengin chating KORMI yang ke 4 , sampai sana jadi penjaga pendaftaran sama akhwat... selesai acara mesti nyelesein mading KORMI yang belum selesai dan subhanallaah hujan mengguyur kota kami dengan derasnya , alhamdulillaah sebuah rahmat yang besar :)artikel yang belum selesai mesti diprint dan diseleksi labih dulu baru bisa ditempel hmm sebuah kegiatan yang cukup melelahkan.
setelah selesai menyeleksi artikel dan lain-lain , ternyata masih ada yang belum diselesaikan , yaitu kotak saran untuk setiap mading. karena di masjid kami memiliki 3 mading maka otomatis 3 kotak saran pun harus segera dibuat juga . akhirnya pekerjaan berakhir pukul 6 , yaa hanya berakhir namun belum selesai. insyaAllaah besok diselesein lagi deeh :)

god i just wanna say thank you for your blessing to me for this day , hope in another day would be like this and more beautiful insyaAllaah :)

Sabtu, 19 Februari 2011

KISAH SI PENEBANG POHON

Alkisah, seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang
pekerja untuk menebang pohon di hutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan
kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon penebang pohon
itu pun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.

Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area
kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada
si penebang pohon.

Hari pertama bekerja, dia berhasil merobohkan 8 batang pohon. Sore hari,
mendengar hasil kerja si penebang, sang majikan terkesan dan memberikan pujian
dengan tulus, "Hasil kerjamu sungguh luar biasa! Saya sangat kagum dengan
kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum
ini. Teruskan bekerja seperti itu".

Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari si penebang bekerja
lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 7 batang pohon. Hari
ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan
bahkan mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang
berhasil dirobohkan. "Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan
kekuatanku, bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada
majikan?" pikir penebang pohon merasa malu dan putus asa. Dengan kepala
tertunduk dia menghadap ke sang majikan, meminta maaf atas hasil kerja yang
kurang memadai dan mengeluh tidak mengerti apa yang telah terjadi.

Sang majikan menyimak dan bertanya kepadanya, "Kapan terakhir kamu mengasah
kapak?"
"Mengasah kapak? Saya tidak punya waktu untuk itu, saya sangat sibuk
setiap hari menebang pohon dari pagi hingga sore dengan sekuat tenaga".
Kata si penebang.

"Nah, disinilah masalahnya. Ingat, hari pertama kamu kerja? Dengan kapak
baru dan terasah, maka kamu bisa menebang pohon dengan hasil luar biasa.
Hari-hari berikutnya, dengan tenaga yang sama, menggunakan kapak yang sama
tetapi tidak diasah, kamu tahu sendiri, hasilnya semakin menurun. Maka, sesibuk
apapun, kamu harus meluangkan waktu untuk mengasah kapakmu, agar setiap hari
bekerja dengan tenaga yang sama dan hasil yang maksimal.

Sekarang mulailah mengasah kapakmu dan segera kembali bekerja!" perintah
sang majikan. Sambil mengangguk-anggukan kepala dan mengucap terimakasih, si
penebang berlalu dari hadapan majikannya untuk mulai mengasah kapak.

Istirahat bukan berarti berhenti ,

Tetapi untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh lagi

Sama seperti si penebang pohon, kita pun setiap hari, dari pagi hingga malam
hari, seolah terjebak dalam rutinitas terpola. Sibuk, sibuk dan sibuk, sehingga
seringkali melupakan sisi lain yang sama pentingnya, yaitu istirahat sejenak
mengasah dan mengisi hal-hal baru untuk menambah pengetahuan, wawasan dan
spiritual. Jika kita mampu mengatur ritme kegiatan seperti ini, pasti kehidupan
kita akan menjadi dinamis, berwawasan dan selalu baru !




Assalaamu'alaykum , buat temen-temen semua khususnya remaja-remaja muslim , dateng yuuk ke agenda KORMI (KORPS REMAJA MUSLIM MADINATUL IMAN ) di Masjid Istiqamah Balikpapan , acara ini gratis loooh , ga dipungut biaya sama sekali . kami tunggu yaaa !! ^^,

Jumat, 18 Februari 2011

barokallaah...

alahamdulillaah akhirnya setelah beberapa tahun ga punya blog , akhirnya sekarang bisa terwujud lagi buat ngurusin blog ^^b , terimasih banget buat temen-temen ilma yang udah mau ngebantuin dalam pembuatan blog ini (maklum udah lupa :3) , hihihi


belum tau nih mau ngisi blog ini dari mana entar aja kali yaaa , kan baru buat juga heheee
tapi mudahmudahan bakalan secepetnya deeh , bisa aktif terus kayak dulu , aamiin :)

itu aja dulu deehh hehe

tsumassalaamu'alaykum warohmatullaah wabarokaatuh
 

Blogger news

Streaming Radio Rodja 756 AM

Read more: http://radiorodja.com/widget/#ixzz2SU02953F

About Little Thing

assalaamu'alaykum warohmatullaah wabarokaatuh... hola saya fadhlia afnan... panggil saya afnan ^^, saya seorang penuntut ilmu... saya cinta sunnah... it means saya cinta Alloh subhanahu wa ta'ala dan juga Rosul-Nya Muhammad Rosulullaah shollallaahu'alayhi wasallam... semoga bisa mengambil manfaat dari saya ^^, selamat mengembara di lautan ilmu...