Rabb..andai diri ini sudah tak mampu berlari maka tarik kaki ini agar terus berjalan, andai kaki tak dapat berjalan , seret diri ini untuk bisa merangkak, dan andai merangkak pun tak mampu maka biarkan diri ini terus berharap dan berdoa pada–Mu....
Karena ku tahu jalan ini tak semudah yang dibayangkan... namun... asal Kau tak mengusir diriku dari sini aku akan bertahan...
Rabb..Rabb..andai diri ini sudah tak mampu berlari maka tarik kaki ini agar terus berjalan, andai kaki tak dapat berjalan , seret diri ini untuk bisa merangkak, dan andai merangkak pun tak mampu maka biarkan diri ini terus berharap dan berdoa pada–Mu....
Karena ku tahu jalan ini tak semudah yang dibayangkan... namun... asal Kau tak mengusir diriku dari sini aku akan bertahan...
Rabb..
Minggu, 20 Maret 2011
Jumat, 18 Maret 2011
Benarkah Kita Generasi itu ????
Epilog seorang Hamba
Rajutan kisah hari ini...
Siapa kami sebenarnya? Apa alasan kami bergabung dalam barisan ini? Mengapa kemudian Allah memilih kami? Lalu mengapa pula harus ada yang berguguran?
Berhari-hari aku merenung, kadang hingga pukul 3 pagi, kadang sampai adzan subuh berkumandang.. sungguh ya Rabb, aku mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan sederhana yang biasanya bisa aku jawab dengan mudah. Benarkah kami generasi itu ??? generasi ghuraba yang Engkau janjikan dalam al-qur’an kehadirannya untuk memberikan cahaya ditengah-tengah gelapnya kefanaaan dunia. Benarkah kami generasi itu?? Generasi yang tidak lagi peduli akan hinaan, cemoohan, bahkan pujian orang karena yang yang diinginkannya hanyalah ridhoMu semata.. benarkah kami generasi itu????
Sungguh aku malu mengaku sebagai bagian darinya, aku lebih sering memikirkan diriku sendiri, aku lebih suka memikirkan bagaimana cara membahagiakan orang tuaku ketimbang bagaimana caranya membebaskan saudara-saudaraku dipalestina dari penjajahan. Aku lebih sering berfikir keras didepan layar komputer untuk mengerjakan tugas - tugasku daripada berfikir untuk da’wah...aku lebih sering membaca buku-buku pergerakan ketimbang membaca ayat-ayatNya..astaghfirullah…betapa kerdilnya hambaMu ini ya Rabb…betapa aku lebih sering berdo’a meminta kemudahan dalam tugas-tugas ku, meminta kelapangan hidup..aku bahkan tidak pernah berdo’a memohon agar Engkau berkenan mencintaiku…aku bahkan lebih sering memohon untuk cinta hamba ciptaanMu..Astaghfirullaah..
Aku malu ketika ternyata banyak orang-orang diluar sana yang memberikan kontribusi labih dari apa yang sanggup aku berikan. Aku begitu malu ketika sadar ada hal lain yang terselip dalam hati kecilku, ya Rabbi..pantaskah hambaMu ini berada dalam barisan yang seharusnya berisi orang-orang sholeh? Betapa seringnya aku mengeluh tanpa sadar bahwa para pemimpin jama’ah ini berfikir puluhan kali lipat, bekerja puluhan kali lipat dan berkorban puluhan kali lipat..tidur mereka yang sedikit, anak dan istri yang harus sering mereka tinggalkan, kelelahan yang teramat sangat tak membuat mereka mengeluh.. aku malu mengaku sebagai jundi mereka..pantaskah??
Ya Rabb..benarkah aku ini pengikut kekasihMu Rasulullah SAW? Sedangkan aku lebih sering merindukan manusia biasa ketimbang merindukannya, aku lebih sering melantunkan nasyid-nasyid harokah ketimbang bershalawat atasnya…pantaskah aku berharap untuk bertemu dengannya Rabb? Sedangkan aku tidak memiliki satupun amalan yang bisa aku banggakan…
Ya Rabbi…apa sebenarnya yang aku cari? Benarkah selama ini aku hanya mengharapkan ridhoMu semata? Benarkah semua yang aku kerjakan hanya untuk mendapatkan eksistensi dihadapanMu? Sedangkan aku lebih sering mempertimbangkan ucapan-ucapan bodoh manusia ketimbang peringatanMu..
Hufffff namun……….apapun jawabanMu Rabb..jangan usir aku dari jalan ini……
Rajutan kisah hari ini...
Siapa kami sebenarnya? Apa alasan kami bergabung dalam barisan ini? Mengapa kemudian Allah memilih kami? Lalu mengapa pula harus ada yang berguguran?
Berhari-hari aku merenung, kadang hingga pukul 3 pagi, kadang sampai adzan subuh berkumandang.. sungguh ya Rabb, aku mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan sederhana yang biasanya bisa aku jawab dengan mudah. Benarkah kami generasi itu ??? generasi ghuraba yang Engkau janjikan dalam al-qur’an kehadirannya untuk memberikan cahaya ditengah-tengah gelapnya kefanaaan dunia. Benarkah kami generasi itu?? Generasi yang tidak lagi peduli akan hinaan, cemoohan, bahkan pujian orang karena yang yang diinginkannya hanyalah ridhoMu semata.. benarkah kami generasi itu????
Sungguh aku malu mengaku sebagai bagian darinya, aku lebih sering memikirkan diriku sendiri, aku lebih suka memikirkan bagaimana cara membahagiakan orang tuaku ketimbang bagaimana caranya membebaskan saudara-saudaraku dipalestina dari penjajahan. Aku lebih sering berfikir keras didepan layar komputer untuk mengerjakan tugas - tugasku daripada berfikir untuk da’wah...aku lebih sering membaca buku-buku pergerakan ketimbang membaca ayat-ayatNya..astaghfirullah…betapa kerdilnya hambaMu ini ya Rabb…betapa aku lebih sering berdo’a meminta kemudahan dalam tugas-tugas ku, meminta kelapangan hidup..aku bahkan tidak pernah berdo’a memohon agar Engkau berkenan mencintaiku…aku bahkan lebih sering memohon untuk cinta hamba ciptaanMu..Astaghfirullaah..
Aku malu ketika ternyata banyak orang-orang diluar sana yang memberikan kontribusi labih dari apa yang sanggup aku berikan. Aku begitu malu ketika sadar ada hal lain yang terselip dalam hati kecilku, ya Rabbi..pantaskah hambaMu ini berada dalam barisan yang seharusnya berisi orang-orang sholeh? Betapa seringnya aku mengeluh tanpa sadar bahwa para pemimpin jama’ah ini berfikir puluhan kali lipat, bekerja puluhan kali lipat dan berkorban puluhan kali lipat..tidur mereka yang sedikit, anak dan istri yang harus sering mereka tinggalkan, kelelahan yang teramat sangat tak membuat mereka mengeluh.. aku malu mengaku sebagai jundi mereka..pantaskah??
Ya Rabb..benarkah aku ini pengikut kekasihMu Rasulullah SAW? Sedangkan aku lebih sering merindukan manusia biasa ketimbang merindukannya, aku lebih sering melantunkan nasyid-nasyid harokah ketimbang bershalawat atasnya…pantaskah aku berharap untuk bertemu dengannya Rabb? Sedangkan aku tidak memiliki satupun amalan yang bisa aku banggakan…
Ya Rabbi…apa sebenarnya yang aku cari? Benarkah selama ini aku hanya mengharapkan ridhoMu semata? Benarkah semua yang aku kerjakan hanya untuk mendapatkan eksistensi dihadapanMu? Sedangkan aku lebih sering mempertimbangkan ucapan-ucapan bodoh manusia ketimbang peringatanMu..
Hufffff namun……….apapun jawabanMu Rabb..jangan usir aku dari jalan ini……
Langganan:
Komentar (Atom)
