Follow us on FaceBook

Pages

Minggu, 23 Desember 2012

Tawakal Saja Biar Allah yang Menyegerakannya


Ilustrasi (Erina Prima)
dakwatuna.com - Ada serumput bahagia menghempas jiwa, ada kesejukan mengalir tenang membasahi hati dalam raga, ada bias-bias cahaya yang terus memancar terang untuk memapah tiap langkah agar dapat berjalan.
Sejenak merenung, ada banyak permohonan yang hampir tak pernah putus terpanjatkan kepadaNya, namun…hingga sekarang belum juga terwujud.
Ada banyak permintaan yang terucap kepadaNya, namun hingga detik ini belum juga terpenuhi.  Mungkin, saya pernah merasakan lidah yang hampir kelu karena terus bermunajat namun belum juga terijabah, atau kelelahan batin yang begitu meletihkan karena doa yang hampir selalu terucapkan, namun belum juga terjawab.
Sungguh, tiap-tiap bait dalam doa yang terucapkan bagi saya itu adalah energi yang membentuk ketahanan kita dalam menghadapi ujian hidup. Ia adalah senjata, karena dengannya kita mendapat bantuan dari yang Maha Kuat.
Ya…kekuatan iman kita justru akan semakin tampak tatkala kita berupaya sekuat tenaga dan terus menerus memanjatkan doa, namun kita belum juga merasakan perubahan.
Kembali teringat akan sebuah kutipan kata yang begitu membekas dan mengena di hati “Iman seorang mukmin akan tampak di saat ia menghadapi ujian. Di saat ia tetap totalitas dalam berdoa tapi ia belum juga melihat pengaruh apapun dari doanya. Ketika, ia tetap tidak merubah keinginan dan harapannya, meski sebab-sebab berputus asa semakin kuat. Itu semua dilakukan karena ia yakin bahwa hanya Allah saja yang paling tahu apa yang lebih maslahat untuk dirinya.”
Hampir sama kondisinya dengan orang yang menaiki gunung tinggi. Ia dianjurkan untuk tidak terlalu sering melemparkan pandangannya ke atas gunung yang harus ia daki, karena bisa memunculkan ketidakpercayaan diri dan membebani langkahnya untuk terus mendaki. Tapi, ketika ia turun dari tempat yang tinggi, ia juga dianjurkan untuk tidak terlalu sering melihat jauh ke bawah. Karena jauhnya daratan yang ia lihat bisa menimbulkan kelemahan pada jiwa.
Adalah suatu kefitrahan bila kita merasa resah atas tiap bait-bait doa yang belum terjawab. Tawakal saja…bila kita tak pernah berhenti berdoa, dalam tiap kesunyian kita terus mengiba dengan penuh harap dan cemas dalam doa.
Bukankah orang-orang yang memohon dan menginginkan doanya segera terkabul, cepat terwujud adalah bukti dari kelemahan iman?
“Sesungguhnya Allah tidak pernah mengabulkan doa dari hati yang lalai.”
Akhirnya kita masih memiliki sumber kegembiraan sejati yaitu doa yang membuat keimanan kita semakin hari semakin kuat.
Maka sekarang tawakal saja…biar Allah yang menyegerakannya, menyegerakan kita dalam kebaikan yang menghantarkan kita menuju keridhaanNya.
Wallahu’alam Bish Showwab..

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/09/12100/tawakal-saja-biar-allah-yang-menyegerakannya/#ixzz2FrN86Rfe

Rabu, 19 Desember 2012

lingkaran itu... bulat 360 derajat...

tertunduk aku... sejenak dalam kesendirian... mengenang... dan larut... pernahkah kau berputar di dalamnya ? yang ketika berputar begitu indah dan harmonis melihatnya... saat angin membawanya sesuai arah jarum jam ianya pun tunduk dan ikut... begitu juga sebaliknya...

ya rotasi dakwah ini menyenangkan...
ia akan tetap bulat 360 derajat :)
kembali diri ini merenung dan merenung...
sungguh diri ini begitu sedih jika melihat kawan yang dulu sempat sama sama berjuang kini perlahan demi perlahan menghilang...
menghilang dari sebuah lingkaran yang dulu sempurna bentuk bulatnya...
yang hanya akan sempurna jika ada dia...
ya dia...
walaupun cobaan hidup tak henti menerpa...
namun di dalam lingkaran itu ia akan tetap ceria...
menghibur kami semua...
yang setiap hari hanya mengeluh tentang cerita duka...
bahkan kami tak pernah mampu sepertinya...

tapi kini...
cerita itu tak seindah yang dulu...
lingkaran itu telah koyak...
hilang bagian yang satu...
ingin ku ulang masa lalu...
yang dianya selalu ada disisiku...

Allohu Robb pegangi setiap hati hati kecil kami... yang ianya sangat mudah tertiup angin... rapuh... sangat mudah untuk dibolak balik...
tetapkan kami diatas agama-Mu...
aamiin...

Kamis, 22 November 2012

... “SETELAH DIMILIKI, TAK LAGI INDAH” ...

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim .. Yang tinggal di gunung merindukan pantai .. Yang tinggal di pantai merindukan gunung ...

Di musim kemarau merindukan musim hujan ..
Di musim hujan merindukan musim kemarau ...

Yang berambut hitam mengagumi yang pirang ..
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam ...

Diam di rumah merindukan bepergian ..
Setelah bepergian merindukan rumah ..

Ketika masih jadi karyawan ingin jadi Entrepreneur
supaya punya time freedom…
Begitu jadi Entrepreneur ingin jadi karyawan, biar gak pusing…

Waktu tenang mencari keramaian ..
Waktu ramai mencari ketenangan ...

Saat masih bujangan, pengin punya suami ganteng/istri cantik ..
Begitu sudah dapat suami ganteng/istri cantik, pengin yang biasa2 saja, bikin cemburu aja/ takut selingkuh ...

Punya anak satu mendambakan banyak anak ..
Punya banyak anak mendambakan satu anak saja ...

Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah
hanya sebelum dimiliki .. Namun setelah dimiliki tak indah lagi ..

Kapankah kebahagiaan akan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, namun mengabaikan apa yang sudah dimiliki ?

“Jadilah pribadi yang selalu bersyukur. ..
Bersyukurlah senantiasa dengan berkah Yαng sudah kita miliki”.

“Bagaimana mungkin selembar daun yang kecil dapat menutupi bumi yang luas ini?

Jangankan bumi, menutupi telapak tangan saja sulit ...

Namun bila daun kecil ini menempel di mata kita, maka tertutuplah bumi!”

Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apapun maka kita akan melihat keburukan di mana-mana ...
Bumi ini pun akan tampak buruk ...

Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil ..

Jangan menutupi hati kita, walaupun hanya dengan sebuah pikiran buruk/negatif! .. Bila hati kita tertutup, tertutuplah semua ..

Syukuri apa yg ada, karena hidup adalah anugerah bagi jiwa jiwa yg ikhlas ...
*****
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ..

Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
------------------------------------------------
.... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa'atuubu Ilaik .....

mengapa harus mereka ? :)

Terkadang orang heran dan bertanya, kenapa harus mereka?
Yang bajunya panjang, tertutup rapat, dan malu-malu kalau berjalan..

Aku menjawab.. Karena mereka, lebih rela bangun pagi menyiapkan sarapan buat sang suami dibanding tidur bersama mimpi yang kebanyakan dilakukan oleh perempuan lain saat ini..

Ada juga yang bertanya, mengapa harus mereka?
Yang sama laki-laki-pun tak mau menyentuh, yang kalau berbicara ditundukkan pandangannya.. Bagaimana mereka bisa berbaur…

Aku menjawab.. Tahukah kalian.. bahwa hati mereka selalu terpaut kepada yang lemah, pada pengemis di jalanan, pada perempuan-perempuan renta yang tak lagi kuat menata hidup. Hidup mereka adalah sebuah totalitas untuk berkarya di hadapan-Nya.. Bersama dengan siapapun selama mendatangkan manfaat adalah kepribadian mereka.. Untuk itu, aku menjamin mereka kepadamu, bahwa kau takkan rugi memiliki mereka, kau takkan rugi dengan segala kesederhanaan, dan kau takkan rugi dengan semua kepolosan yang mereka miliki.. Hati yang bening dan jernih dari mereka telah membuat mereka menjadi seorang manusia sosial yang lebih utuh dari wanita di manapun..

Sering juga kudengar.. Mengapa harus mereka?
Yang tidak pernah mau punya cinta sebelum akad itu berlangsung, yang menghindar ketika sms-sms pengganggu dari para lelaki mulai berdatangan, yang selalu punya sejuta alasan untuk tidak berpacaran.. bagaimana mereka bisa romantis? bagaimana mereka punya pengalaman untuk menjaga cinta, apalagi jatuh cinta?

Aku menjawab..
Tahukah kamu.. bahwa cinta itu fitrah, karena ia fitrah maka kebeningannya harus selalu kita jaga. Fitrahnya cinta akan begitu mudah mengantarkan seseorang untuk memiliki kekuatan untuk berkorban, keberanian untuk melangkah, bahkan ketulusan untuk memberikan semua perhatian.

Namun, ada satu hal yang membedakan antara mereka dan wanita-wanita lainnya.. Mereka memiliki cinta yang suci untuk-Nya.. Mereka mencintaimu karena-Nya, berkorban untukmu karena-Nya, memberikan segenap kasihnya padamu juga karena-Nya… Itulah yang membedakan mereka..
Tak pernah sedetikpun mereka berpikir, bahwa mencintaimu karena fisikmu, mencintaimu karena kekayaanmu, mencintaimu karena keturunan keluargamu.. Cinta mereka murni.. bening.. suci.. hanya karena-Nya..

Kebeningan inilah yang membuat mereka berbeda… Mereka menjadi anggun, seperti permata-permata surga yang kemilaunya akan memberikan cahaya bagi dunia. Ketulusan dan kemurnian cinta mereka akan membuatmu menjadi lelaki paling bahagia..

Sering juga banyak yang bertanya.. mengapa harus mereka?
Yang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan membaca Al-Qur’an dibanding ke salon, yang lebih sering menghabiskan harinya dari kajian ke kajian dibanding jalan-jalan ke mall, yang sebagian besar waktu tertunaikan untuk hajat orang banyak, untuk dakwah, untuk perubahan bagi lingkungannya, dibanding kumpul-kumpul bersama teman sebaya mereka sambil berdiskusi yang tak penting. Bagaimana mereka merawat diri mereka? bagaimana mereka bisa menjadi wanita modern?

Aku menjawab..
Tahukah kamu, bahwa dengan seringnya mereka membaca al Qur’an maka memudahkan hati mereka untuk jauh dari dunia.. Jiwa yang tak pernah terpaut dengan dunia akan menghabiskan harinya untuk memperdalam cintanya pada Allah.. Mereka akan menjadi orang-orang yang lapang jiwanya, meski materi tak mencukupi mereka, mereka menjadi orang yang paling rela menerima pemberian suami, apapun bentuknya, karena dunia bukanlah tujuannya. Mereka akan dengan mudah menyisihkan sebagian rezekinya untuk kepentingan orang banyak dibanding menghabiskannya untuk diri sendiri. Kesucian ini, hanya akan dimiliki oleh mereka yang terbiasa dengan al Qur’an, terbiasa dengan majelis-majelis ilmu, terbiasa dengan rumah-Nya.

Jangan khawatir soal bagaimana mereka merawat dan menjaga diri… Mereka tahu bagaimana memperlakukan suami dan bagaimana bergaul di dalam sebuah keluarga kecil mereka. Mereka sadar dan memahami bahwa kecantikan fisik penghangat kebahagiaan, kebersihan jiwa dan nurani mereka selalu bersama dengan keinginan yang kuat untuk merawat diri mereka. Lalu apakah yang kau khawatirkan jika mereka telah memiliki semua kecantikan itu?

Dan jangan takut mereka akan ketinggalan zaman. Tahukah kamu bahwa kesehariannya selalu bersama dengan ilmu pengetahuan.. Mereka tangguh menjadi seorang pembelajar, mereka tidak gampang menyerah jika harus terbentur dengan kondisi akademik. Mereka adalah orang-orang yang tahu dengan sikap profesional dan bagaimana menjadi orang-orang yang siap untuk sebuah perubahan. Perubahan bagi mereka adalah sebuah keniscayaan, untuk itu mereka telah siap dan akan selalu siap bertransformasi menjadi wanita-wanita hebat yang akan memberikan senyum bagi dunia.

Dan sering sekali, orang tak puas.. dan terus bertanya.. mengapa harus mereka?
Pada akhirnya, akupun menjawab…
Keagungan, kebeningan, kesucian, dan semua keindahan tentang mereka, takkan mampu kau pahami sebelum kamu menjadi lelaki yang shalih seperti mereka..

Yang pandangannya terjaga.. yang lisannya bijaksana.. yang siap berkeringat untuk mencari nafkah, yang kuat berdiri menjadi seorang imam bagi sang permata mulia, yang tak kenal lelah untuk bersama-sama mengenal-Nya, yang siap membimbing mereka, mengarahkan mereka, hingga meluruskan khilaf mereka…

Kalian yang benar-benar hebat secara fisik, jiwa, dan iman-lah yang akan memiliki mereka. Mereka adalah bidadari-bidadari surga yang turun ke dunia, maka Allah takkan begitu mudah untuk memberikan kepadamu yang tak berarti di mata-Nya… Allah menjaga mereka untuk sosok-sosok hebat yang akan merubah dunia. Menyuruh mereka menunggu dan lebih bersabar agar bisa bersama dengan para syuhada sang penghuni surga… Menahan mereka untuk dipasangkan dengan mereka yang tidurnya adalah dakwah, yang waktunya adalah dakwah, yang kesehariannya tercurahkan untuk dakwah.. sebab mereka adalah wanita-wanita yang menisbahkan hidupnya untuk jalan perjuangan.

Allah mempersiapkan mereka untuk menemani sang pejuang yang sesungguhnya, yang bukan hanya indah lisannya.. namun juga menggetarkan lakunya.. Allah mempersiapkan mereka untuk sang pejuang yang malamnya tak pernah lalai untuk dekat dengan-Nya.. yang siangnya dihabiskan dengan berjuang untuk memperpanjang nafas Islam di bumi-Nya.. Allah mempersiapkan mereka untuk sang pejuang yang cintanya pada Allah melebihi kecintaan mereka kepada dunia.. yang akan rela berkorban, dan meninggalkan dunia selagi Allah tujuannya.. Yang cintanya takkan pernah habis meski semua isi bumi tak lagi berdamai kepadanya.. Allah telah mempersiapkan mereka untuk lelaki-lelaki shalih penghulu surga…

Seberat itukah?
Ya… Takkan mudah.. sebab surga itu tidak bisa diraih dengan hanya bermalas-malasan tanpa ada perjuangan…

Rabu, 10 Oktober 2012

Kelanaku, mencariMu

dalam desir hembus semilir samudra ditepi itu...
mengharapMu, mendengar seruan panggilan ini..
sendiri, berteman sepi berjalan menyusuri tepian kehidupan ingin ku lihat cahaya itu menunjukku,
ingin ku gapai kemudian lalu ku urungkan kembali, hati kecil berteriak...
Akankah cahaya ini untukKu? tetapi tidak....
aku belum juga mendapatinya aku belum juga melihat tandaNya kemana lagi langkah ini harus ku pilih?
kemana lagi? ditengah langkah itu, ku sujudkan kembali dahiku dihadapanMu...
"Betapa Engkau memberikan karunia kepadaku,, Terimakasih..." isakku,
sadarku temukan mauku... ribuan langkah, melampaui mampuku hanya tuk dapati...
aku sama sekali tidak pernah beranjak dari tujuanku... diri ini,,
didalam relungku.... akulah tujuanku melangkah...
akulah cahaya itu bersembunyi... mengapa ku berusaha berpaling dariMu?
Engkaulah cahaya, kau titipkan didalam yang tersembunyi...
Kau tata sedemikian rupa...hanya tuk buatku bersujud kepadaMu...
Sang Penitip Hati... aku rindu Engkau, Sang Penuntun Jiwa.... Ku ingin....

Senin, 01 Oktober 2012

☀♥SENTUHAN HATI BIDADARI☆♣

Jika kukatakan ini seruan, rasanya suara ini terlalu lemah. Jika kukatakan ini dakwah, sepertinya kalian akan malas untuk membacanya. Biar ku sederhanakan saja, ini adalah sentuhan.. Sentuhan dari hatiku yang terdalam, Semoga Allah melembutkan hatimu, ♥♒♡ ♥♒♡ ♥♒♡ ♥♒♡
 Wahai calon-calon bidadari penghuni syurga, Wahai calon-calon istri shaleha kebanggaan Islam, 
Wahai kaum hawa yang didadanya telah tertanam bunga-bunga iman 
Yang telah membenarkan kebenaran Al-Islam..
Aku tidak mengajak wanita-wanita kafir pembangkang yang menolak cahaya Islam
Aku tidak menyeru penghuni biara-biara kesesatan, atau wanita-wanita malam metropolis
Aku tidak mengajak mereka yang hatinya sudah menjadi batu,
Aku tidak megajak mereka yang biasa tertawa saat seruan berjilbab datang,
Biarkan saja mereka begitu, Hingga hidayah Allah datang
Aku menyeru dengan kelembutan,
Hanya kepada hati-hati yang lembut
Mencoba merayu dari sudut yang aku bisa,
Mengintip celah hidayah diantara hati-hati yang resah,
Sebelum keresahan kalian itu mengering dan mengeras seperti batu
Aku percaya hatimu lembut, Selembut tutur bahasa, Seteduh indah tatapan..
Aku tahu kalian sebenarnya iri,
Saat melihat hamba Allah lain bersahaja dengan jilbabnya Istiqamah dan dimanja dengan kerudungnya
Atau mempesona dengan abayanya Jujurlah bahwa kalian gelisah
Aku pun paham, Betapa beratnya harga yang harus kalian tukar
Menjadi baik saat kebaikan seakan cacian Tapi, jangan berbohong..
Jangan katakan aku belum siap!
Atau juga jangan kalian katakan ‘aku ingin mengerudungi hatiku dulu..’ selembar rambut kalian itu akan lepas dari jilatan api neraka yang menyala-nyala..
Apakah kalian kira seindah leher yang kalian pertontonkan itu akan kebal api neraka.. 
Apakah kalian kira seindah lengan yang selalu cocok dengan segala mode itu akan tahan panas neraka.. Apakah kalian kira betis indah kalian itu akan lepas dari jeratan panas api neraka… 
Ataukah kalian telah lupa..
Bahwa malaikat-malaikat Allah setiap saat menulis setiap dosa-dosa yang dibiarkan itu.. 
Saat kalian tak sadar aurat kalian tak sengaja terlihat? 
Lupakanlah neraka itu.. Jika kalian bosan mendengarnya. 
Atau jika kalian telah siap menangkal panasnya.. 
Sesungguhnya para ikhwan sangat takut.. 
Apakah kalian tidak kasihan kepada mereka? 
Apakah kalian ingin mengajak mereka keneraka, seperti syaitan-syaitan terlaknat itu? 
Apakah kalian tidak sadar, Dengan mengumbar bagian bagian tubuh kalian itu 
Kalian telah membantu syaitan, mengikis, dan bahkan meruntuhkan Iman para ikhwan! 
Apakah kalian benar-benar tidak takut neraka? 
Subhanallah.. Aku takut mendengarnya, Maafkan aku…… Maafkan sekali lagi….. 
Sungguh aku membenci diriku sendiri dan orang orang yang bergelimang dalam kesalahan 
Tidak ada hitam di hatiku, Aduhai,, aku hanya ingin menyentuh hatimu dan membisikan sekali lagi 
Siksa neraka itu berat saudari ku.. 
Aku ingin kalian pahami, bahwa para ikhwan itu sangat lemah Mereka sangat teramat lemah Hati mereka bisa gemetar saat kalian lewat didepan mereka 
Hati mereka kadang gemetar hanya mendengar suara tawa kalian 
Kadang berdebar hebat hanya melihat bibir kalian 
Mereka kadang membayangkan itu berulang-ulang.. Bahkan mengganggu sholatnya…. 
Apalagi saat bentuk tubuh kalian sengaja disuguhkan dengan berbagai tatanan. 
Mereka pasti tidak bisa berkata-kata. Kalian pasti senang, mendengarnya 
Atau kalian sedang membisikan sesuatu? Iya kalian pasti ingin menyalahkan mereka, 
Para ikhwan… Kalian tidak salah, kalian adalah mahkota mahkota terindah di bumi ini 
Dan kudengar kalian juga calon-calon bidadari penghuni syurga 
Aku ingin kalian menjadi bidadari itu, Sekali lagi, Jangan kotori bibirmu dengan kemunafikan 
Silahkan katakan dengan lantang kepadaku atau kepada mereka 
Bahwa kalian benar, bahwa niat itu ada didalam hati, 
Tapi, Apakah yang nanti akan kalian katakan dihari pengadilan.. 
Tanya pada hati kalian Jawaban apa yang akan kalian berikan, jika besok atau lusa kalian menghadap Nya. Dan Allah bertanya hal yang sama? 
Apakah sekiranya Allah akan membenarkan alasan kalian? 
Apakah sekiranya jawaban andalan kalian itu dianggap benar? 
Hiasi dulu indah wajahmu dengan jilbab, Semoga setelah auratmu terlindungi hidayah akan menemuimu Disaat hatimu sudah terasa teduh, Kerudungi kepalamu, sebelum hatimu.. 
Karena hatimu tidak akan menggoda mereka para ikhwan yang lemah itu Semoga kata-kata pedas ini menyentuh hatimu, Jika ada setetes darah dari luka yang aku goreskan, 
Semoga tetesan itu kelak menjadi saksi di akhirat Bahwa hari ini adalah perubahan! Ini terpaksa aku katakan, Mereka merindukan kalian; 
Wahai wanita wanita sholehah… 
Aku pun merindukan kalian.. Jaga kehormatan dan kemuliaan kalian 
Jangan jadikan anugerah kecantikan kalian menjadi fitnah 
Semoga Allah melembutkan hatimu, Semoga ini tidak melukai hatimu wahai saudariku, 
Jika ada darah yg menetas disudut hatimu yang syahdu, 
Jangan salahkan aku, jangan salahkan tulisan ini Ini hanya sentuhan kecil agar menghangatkan hatimu 
Agar kalian tidak lupa 
Bahwa jam demi jam, hari demi hari dan … tahun demi tahun 
Saat kalian lupa atas jilbab kalian, 
Ada dua malaikat yang tidak akan pernah lupa mencatat dosa yang kalian tebarkan. 
Ketahuilah, Api neraka bahkan tidak punya basa basi 
Jika saja hati kalian masih sakit, 
Coba sekali lagi renungkan, bahwasanya air garam hanya terasa sakit di kulit yang terdapat luka. 
Di kulit yang berpenyakit, dan air garam tidak akan terasa sakit di kulit yang sehat 
Jika hati kalian sakit, maka maafkanlah aku. Jika hati kalian sedang berpenyakit 
Ini hanya mengingatkan, Tentang sebuah kewajiban seorang hamba terhadap perintah pemilik jagat raya ini.. 
Ku yakin dari kalian ada yang tersinggung, Tapi ini lah yang harus aku katakan.. 
Dan, sekali lagi kukatakan jika 
Berjilbab itu wajib,. Itu adalah sebuah ketetapan yang harus diterima. 
Bagi siapa saja yang enggan, dosa tetap ditulis.. Hari demi hari.. 
Ku yakin tak akan ada hati yang menolak, Meski kenyataan bibir akan menolak dengan seribu alasan..
 وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا مُبِينًا “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata” Al Ahzab 36 Maha Benar Allah dengan Segala Firmannya. 
Inilah hukum Allah, Sungguh, kewajiban itu bukan paksaan. 
Tapi pengkondisian, agar dirimu menemui kenikmatan. Ingatlah wahai saudari saudariku tercinta. Bahwasannya jika Allah ta’ala menjadikan Islam itu Mudah, Bukan berarti hal Wajib bisa menjadi Sunnah… 
Untuk kalian yang telah berjilbab, Berbahagialah dengan keteduhannya, 
Semoga keistiqamahan menyertaimu, 
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar” Al Ahzab 35. wallohua'lam


*copas dr Umm Aisyah wa Ummu Khonsa*

Minggu, 30 September 2012

busuk ! tapi segar...

Apa yang akan aku katakan ketika banyak yang bertanya kepadaku tentang suatu hal yang tak pernah aku mengerti dan bahkan aku tak faham... 
Robb sungguh diri ini hanya terlihat seperti sosok yang sempurna namun ketika seseorang ingin mencoba menyelami diri ini nyatanya aku masih tak seperti yang diinginkan... 
Robb berilah ilmu pada diri ini setiap harinya... tambahkanlah pengetahuan agamaku... agar aku semakin faham apa yang sedang aku jalani dan aku tuju... 
Robb biarlah diri ini cukup terlihat manis dihadapan-Mu tanpa harus orang lain yang mengatakan itu... Karena ketika mereka mengatakannya itu seperti duri yang menusuk... menusuk sampai relung hati yang terdalam... 
Sakit... Sakit karena aku kasihan pada mereka dan pada diriku... 
Kasihan karena mereka hanya menilai dari luarnya saja namun tak tahu siapa sebenarnya diriku... 
Dan kasihan pada diriku karena ternyata penilaian mereka terhadap diriku hanya sejauh itu... 
Sungguh Robb diri ini hanya seonggok daging yang penuh cela dan cacat... bahkan hampir busuk ! 
Dari kejauhan telah ada seekor burung pemangsa yang siap melumat habis daging busuk ini... 
Robb jangan jadikan aku seperti daging busuk hewan hewan darat , yang bangkainya haram untuk dikonsumsi... namun jadikanlah aku seperti daging hewan laut... 
Yang walaupun tak dimakan saja iya tetap segar... 
Ya jadikanlah aku daging hewan laut yang segar dan berkualitas... 
Aamiin...

Minggu, 23 September 2012

Aku Menunggumu...

“Afwan (maaf) Ukhti[1], semoga ini tidak melukai Anti [2] dan keluarga Anti . Ana [3] pikir sudah saatnya Ana memberi keputusan tentang “proses” kita. Ya…, seperti yang Anti ketahui bahwa selama ini Ana telah berusaha melobi orang tua dengan beragam cara mulai dari memahamkan konsep nikah “versi” kita, memperkenalkan Anti pada mereka hingga melibatkan orang yang paling ayah percaya untuk membujuk ayah agar mengizinkan Ana untuk menikahi Anti .” “Namun hingga sekarang nggak ada tanda-tanda mereka akan melunak, jadi menurut Ana…, sebaiknya Ana mundur saja dari “proses” ini!” Dana diam sejenak untuk menunggu respon dari seberang, tapi hingga beberapa detik tidak ada tanggapan. “Perlu Anti ketahui bahwa orang tua Ana sebenarnya sudah tidak keberatan dengan Anti hanya saja Timing-mya (waktu) belum tepat. Ayah Ana khawatir Ana tidak mampu menafkahi Anti jika belum bekerja. Apalagi Anti juga masih kuliah. Jadi Ana rasa, ahsan (lebih baik) kita nggak komitmen dulu hingga keadaannya membaik! Anti nggak keberatan kan Ukhti?” “Keberatan…? Alhamdulillah nggak! Namun kalau Ana boleh kasih saran, apa tidak lebih baik kalau kita terus melobi sambil tetap proses saja. Soalnya kan kita sudah mantap satu sama lain, nggak enak kalau mundur di saat seperti ini. Apalagi permasalahannya sudah mulai mengerucut ke arah ma’isyah (penghasilan) saja. “Anta [4] pasti masih ingat gimana sulitnya awal kita membujuk orang tua, rasanya semua kriteria kita ditolak. Segala keterbatasan kita jadi aib yang sangat besar, pokoknya semua jalan sepertinya sudah tertutup rapat. Namun kenyataannya hanya dalam waktu 2 minggu kita bisa menghilangkan semua syarat menjadi satu syarat saja: PEKERJAAN!” Dini, gadis tegar itu akhirnya bicara juga. “Akhi [5]…,kita hanya tinggal selangkah, tetaplah ber-ikhtiar dan jangan putus asa. Bukankah Allah Maha membolak-balikkan hati?” “Benar, Ana paham soal itu, Ana memang akan tetap melobi orang tua Ana, akan tetapi kalau kita terikat, Ana khawatir menghalangi Anti proses dengan ikhwan lain yang lebih selevel dibanding Ana. Lagi pula Ana khawatir tidak bisa menjaga hati”. “Takut menghalagi Ana untuk proses dengan ikhwan lain? Itu kan urusan Allah bukan urusan Anta! Kewajiban Anta sekarang adalah berjuang mempertahankan sesuatu yang Anta sudah mantap dengannya. Hasil istikharah itu nggak mungkin salah. Tinggal bagaimana cara kita mengaplikasikannya saja.” Hening sejenak…. “Ya….tapi kalau memang Akhi sudah merasa syak (ragu) terhadap Ana dan mantap untuk mundur, Alhamdulillah. InsyaAllah Ana akan dukung sepenuhnya”. “Nggak!!” Reflek Dana berteriak. “Astaghfirullahaladzim, Afwan (maaf) maksud Ana, Ana sama dengan keluarga Ana sudah tidak syak pada Anti , kami sangat menyukai Anti dan keluarga Anti . Selain itu Ana juga takut perasaan ini semakin mendalam, Ana ini hanya hamba yang dhaif (lemah) yang masih kesulitan mengekang hawa nafsu”. Dana berhenti lagi, dadanya terasa sesak, air matanya mengalir semakin deras. Jauh di dalam hatinya, sesungguhnya ia merasa malu pada Allah atas kelalaiannya, jatuh cinta! “Halo…!!” Dini merasa Dana diam terlalu lama. Dia tidak tahu kalau pemuda itu sedang menangis. Tapi dia mengerti apa yang sedang terjadi padanya. “Ya udah…, kalau begitu sekarang kita sepakat untuk membatalkan “proses” ini!!! Setelah ini insyaallah kita tidak akan lagi berhubungan kecuali untuk keperluan syar’i yang sangat darurat, iya kan?” Dini sengaja memberi jeda agar Dana bicara, tapi ikhwan itu memilih terus diam “Akhi …kita tetap baik ya! Hubungan dengan keluarga harus tetap dijaga, jangan suudzdzon pada ayah dan bunda karena bisa jadi keputusan mereka adalah salah satu dari jalan Allah untuk menguji kita”. Dini berhenti lagi tapi Dana masih enggan berkomentar. “Laa Tahzan, ya Akhi …, insyaallah kalau kita niatkan semuanya demi keridhaan Allah, maka Dia akan mencatat bagi kita pahala yang besar. Afwan jika selama proses ta’aruf ini…Ana, teman-teman, dan keluarga Ana banyak melakukan kekhilafan. Ana mewakili mereka dan diri Ana sendiri untuk memohon maaf pada Anta. Bersabarlah karena sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar…” Samar, Dini mendengar isak tangis di seberang. Dia nyaris tidak percaya… “Semoga ini bisa menjadi mahar cinta kita pada Allah dan semoga Akhi mendapat ganti yang lebih baik…’ Amin.” Suara isak tangis makin terdengar jelas. “Akhi …kalau sudah nggak ada yang perlu dibicarakan lagi, tafadhal (silahkan) diakhiri!” Tidak ada tanggapan. “Halo…!!?. Ya udah, kalau gitu biar Ana yang tutup telponnya, ya…?” Sepi. “Assalamualaikum!” “Klik”. Percakapan diantara mereka berakhir, tapi Dana baru menyadarinya. Dia segera bergegas wudhu dan shalat. Jujur, sebenarnya dia sudah sangat mantap dengan mantan calon istrinya itu…Namun dia tidak yakin dapat membahagiakan akhwat itu kalau dirinya belum bisa menafkahi dengan layak. Padahal Dini dan keluarganya tidak mempermasalahkan hal itu. Mereka sangat wellcome padanya. Ah…,mungkin ini sudah takdirnya. Mungkin Allah melihat bahwa akhwat itu terlalu baik utnuk dirinya. Mungkin seharusnya akhwat sekaliber dia, mendapatkan ikhwan yang jauh lebih baik dari dirinya. Dia benar-benar merasa tidak level!! “Ya…, ikhwan lemah sepertiku, mana mungkin mendapatkan seorang Dini. Populer tapi tetap rendah hati, tegar, bijaksana, wara’, zuhud, qanita, qanaah…Pokoknya semua sifat baik ada padanya. Sedangkan aku, semoga aku nggak akan menyakiti akhwat lain setelah ini.” Astaghfirullahaladzim…, apa yang telah kusombongkan selama ini? Sudah ikut mulazamah (berguru dengan ustadz) bertahun-tahun tapi masih belum berani mengamalkan ilmu yang kudapat sedikit pun. Katanya percaya bahwa orang yang menikah pasti akan dijamin rezekinya oleh Allah, ternyata aku nggak lebih hanya seorang ikhwan pengecut. Dana tak henti-hentinya menyalahkan dirinya sendiri. Dia benar-benar merasa tak berarti. “Dulu…., aku pernah begitu khusyu’ berdoa pada Allah agar dipertemukan dengan akhwat shalihah yang nggak banyak permintaan seperti dia. Sekarang ketika sudah dapat, malah kusia-siakan. Kini aku sadar bahwa Allah selalu mengabulkan permohonan hamba-Nya. Manusialah yang selalu kufur terhadap rabb-nya.” Di tempat yang berbeda, Dini menjalani hari-harinya dengan penuh semangat. Dia tetap ceria seperti biasanya. Ya…, seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Kecewa? Jelas ada, karena dini juga hanya manusia biasa. Namun dia bisa mengemas kekecewaannya dengan manis, membuat kesedihannya menjadi sesuatu yang lumrah dari proses kehidupan. Dia percaya bahwa hatinya tidak mungkin berbohong dan janji Allah pasti terjadi. Maka sesulit apapun kondisi yang dihadapi saat itu, dia mencoba untuk tetap tersenyum. Jujur, aku bangga padanya. “Aku sudah mantap dengannya, kak. Aku yakin dialah jodohku. Aku akan terus menunggunya…” Sepekan kemudian, Dana menitipkan biodata ikhwan lain yang merupakan teman dekatnya untuk diberikan pada Dini. Menurutnya, Ikhwan itu bisa membahagiakan Dini karena sudah matang dan punya pekerjaan tetap. Jelas, Aku Tahu bahwa pendapatnya keliru. Dini bukan mengharap ikhwan yang matang dan mapan. Dia hanya mengikuti kata hatinya saja. Diniku tidak akan bahagia hanya dengan harta dan tahta. Namun, tak urung diterima juga biodata itu. Dan bisa ditebak, bagaimana reaksi Dini saat kuberikan empat lembar kertas berukuran A4 itu. Dini menggelang pasti. “Anti coba istikharah-kan dulu. Barangkali semuanya bisa berubah…,” bujukku. “Jazakumullah khair, tapi…Afwan tolong jangan paksa Ana, Kak!” ***Cacatan redaksi Ikhwan fillah, mungkin sebagian Anda akan menganggap Dana sebagaimana penilaian Dana terhadap dirinya sendiri. Pengecut, jahil, dan sifat-sifat buruk yang lainnya. Tapi bagi saya, Dana tidaklah seburuk itu, justru sebaliknya, Dana dalam pandangan saya adalah ikhwan yang baik. Dia berani mengambil resiko dengan mundur dari proses dan memilih untuk bersabar melawan nafsunya. Padahal kalau dia mau, dengan sikap Dini yang penurut, dia bisa minta untuk tetap meneruskan hubungan dengan gadis pilihannya itu. Namun dia tahu bahwa di atas segalanya, Allah-lah yang patut utnuk lebih dicintai. Dana yakin bahwa jodoh adalah kekuasaan Allah dan Dia telah menetapkannya 50 ribu tahun sebelum semesta ada. Dia tahu kalau jodoh pasti akan ketemu lagi, bagaimanapun caranya. Mungkin Dini tidak akan pernah tahu kalau biodata yang kusodorkan kemarin adalah kiriman Dana. Mungkin Dana juga tidak akan pernah tahu kalau ternyata Dini akan terus menunggunya. Dan mereka juga tidak boleh tahu bahwa diam-diam aku selalu mendoakan kebaikan untuk mereka. Entah bagaimana ending kisah ini nantinya, yang pasti aku selalu berharap agar masing-masing dari mereka mendapatkan ganti yang lebih baik. Segera…..

Sabtu, 07 April 2012

untuk adikku dan teman-temanku tersayang....

untukmu yang sedang dalam buaian cinta...
semoga Allaah terus memberimu karunia...
agar dirimu tetap pada-Nya...
dan tak pernah berpaling pada siapa-siapa...

adikku dan teman temanku...
sudah kita tahu dan sadari bahwa yang patut kita cinta hanya diri-Nya...
namun mengapa , kau masih saja menduakan-Nya ?
sadarkah ? bahwa sesungguhnya Ia sangat marah padamu...
kala kau lebih peduli dengan dia yang kau cinta...
ketimbang Dia yang mencipta...

tak perlu ku tulis banyak kata...
karena hanya akan menambah luka...
toh kita semua sudah terbiasa...
tentang masalah yang bernama cinta...
yang pasti muncul setiap masa...

satu yang ku pinta...
kau dan dia , masih ada perantara...
belum ada satu ruas jaripun yang , mengatakan kau halal untuknya...
dan ia halal untukmu...
siapapun dia , jika hanya mampu memberikan janji palsu pada mu...
maka ia hanyalah fatamorgana...

yaa muqallibal quluub tsabit quluubanaa 'alaa diinik wa yaa mushariffal quluub shariff qulubanaa 'alaa thoatik wa rosuuliik....

Minggu, 11 Maret 2012

Rabb.....iringi kami....

Astagfirullaah..
Astaghfirullaah..
Astaghfirullaah..
Ya Rabb diri ini hanya mampu memohon pada-Mu agar Engkau berkenan untuk selalu memegangi hati-hati kami, agar kami tak terjatuh pada masa lalu yang sebagian menurut kami begitu merusak dan menyakitkan jiwa ini..
Rabb andai diri ini sudah tak mampu berlari maka tarik kaki ini untuk terus berjalan, andai kaki tak dapat berjalan , seret diri ini untuk bisa merangkak, dan andai merangkak pun tak mampu maka biarkan diri ini terus berharap dan berdoa pada–Mu....
Karena ku tahu jalan ini tak semudah yang dibayangkan... namun... asal kau tak mengusir diriku dari sini aku akan bertahan... Rabb..

JIKA DA’WAH INI....

JIKA DA’WAH INI PERJALANAN PANJANG
MAKA JANGAN PERNAH BERHENTI SEBELUM MENEMUKAN UJUNGNYA
JIKA DA’WAH INI JALAN YANG BERLIKU
MAKA JANGAN PERNAH MENCARI JALAN PINTAS AGAR CEPAT SAMPAI...
JIKA DA’WAH INI ADALAH BEBAN YANG AMAT BERAT
MAKA JANGAN MEMINTA YANG RINGAN
TAPI MINTALAH PUNGGUNG YANG KUAT UNTUK MENOPANG BEBAN – BEBAN ITU...

Sabtu, 25 Februari 2012

Beliau adalah sahabat yang agung... (Sa'ad bin Abi Waqqash...)

Beliau adalah sahabat yang agung, sa’ad bin Abi Waqqash –semoga Allah meridloinya- salah seorang yang pertama masuk Islam dan salah seorang calon penghuni surga dari sepuluh orang yang diberikan kabar gembira oleh Rasulullah saw sebagai calon penghuni surga tanpa dihisab.
Pada saat umurnya menginjak 17 tahun, dalam tidurnya beliau bermimpi tenggelam dilautan yang gelap gulita dan saat ia terhempas di dalamnya beliau melihat bulan; kemudian dia mengikutinya, dan sebelum dia ada tiga orang yang mendahuluinya, yaitu Zaid bin Haritsah, Ali bin abi Thalib dan Abu Bakar Ash-Shidiq, dan ketika matahari telah terbit beliau mendengar bahwa Rasulullah saw menyeru kepada agama baru; dan beliau menyadari bahwa yang dimaksud dengan sinar bulan seperti yang dilihat dalam mimpinya adalah nabi saw; beliaupun segera pergi menemui Rasulullah saw; dan ikut dengan para pendahulu yang telah masuk Islam.
Ketegaran beliau tampak saat ibunya secara kontinyu ingin menghalangi beliau dari jalan Iman, namun usahanya selalu gagal dihadapan hati yang telah terpatri dengan iman, ibunya melarang dirinya untuk makan dan minum, dan menolak pemberian makanan darinya hingga anaknya mau kembali kepada agamanya, namun dengan tegas beliau berkata kepada ibunya : “Wahai ibuku, sesungguhnya saya mencintaimu, namun cinta saya kepada Allah dan Rasul-Nya lebih aku cintai dari yang lainnya”.
Dan saat ibunya mendekati ajal akibat keengganannya untuk makan dan minum, para tetangga beliau memerintahkan sa’ad untuk menengok ibunya dan melunak hatinya hingga mau kemabli kepada agamanya semula, namun sa’ad tetap berkata kepadanya : “Wahai ibuku, ketahuilah demi Allah sekiranya engkau memiliki seratus nyawa dan keluar satu demi satu, saya tetap tidak akan goyah dari agamaku, jika engaku berkehendak maka makanlah, jika tidak mau makan maka terserah engkau, dan saat ibunya melihat akan keteguhan anaknya sehingga tidak mau kembali kepada agamanya; dia menarik kembali azamnya, kemudian mau makan dan minum; dan saat itu pula turun wahyu memberikan keberkahan terhadap apa yang telah dilakukan oleh sa’ad, Allah SWT berfirman : “Jika orang tuamu memaksa kamu untuk berbuat menyekutukan Saya (Allah) sedang kamu tidak ada pengetahun dengannya maka janganlah engkau taati dan pergaulilah keduanya di dunia dengan cara yang baik”. (QS. Luqman : 15)
Sa’ad selalu menemani Rasulullah saw di Mekkah sampai Allah mengizinkan kaum Muslimin untuk hijrah ke Madinah Al-Munawwarah, dan ketika kaum muslimin melakukan hijrah, beliau tetap berada disisi Rasulullah saw dalam memerangi orang-orang musyrik, dan mendapatkan kemuliaan jihad di jalan Allah, dan beliau menganggap bahwa dirinya orang yang pertama menggunakan panah di jalan Allah dan orang yang pertama menumpahkan darah orang-orang kafir.
Ketika Rasulullah saw mengutus gerilyawan yang didalamnya ada Sa’ad bin Abi waqqash ke suatu tempat yang bernama Sabig salah satu negeri di Hijaz, yang terletak disamping kota Jahfah, maka orang-orang msuyrik menyerang kaum muslimin, sedang Sa’ad saat itu menggunakan panah sebagai senjata, dan pada saat itulah pertama kali terjadinya perang dalam Islam.
Pada saat terjadinya perang Uhud, Sa’ad berdiri membentengi Rasulullah saw dan memerangi orang-orang musyrik, lalu beliau melemparkan panahnya hingga Rasulullah saw melihatnya, beliau mendoakannya dan memberikan kabar gembira, beliau bersabda : “Wahai Sa’ad, lepaskanlah panahmu taruhannya adalah ibuku dan bapakku”. (Muttafaqun alaih), setelah itu Sa’ad berkata : “Tidak pernah saya mendengar Rasulullah saw menggabungkan kedua orang tuanya setelah itu”. Sedangkan putri Sa’ad ‘Aisyah binti Sa’ad merasa bangga dan gembira, dan dia berkata : “saya adalah anak seorang yang hijrah yang Rasulullah saw memberikan taruhan pada kedua orang tuanya saat perang Uhud”.
Suatu hari Sa’ad menderita sakit, lalu Rasulullah saw datang untuk menjenguknya dan menghiburnya, maka Sa’ad pun bertanya-tanya sambil berkata : “Sungguh telah sampai pada saya penyakit, dan saya memiliki banyak harta sedang tidak ada yang mewariskannya kecuali putri saya, apakah saya boleh mensedekahkannya dua pertiga dari harta saya ? Nabi saw menjawab : “Jangan”, Sa’ad berkata lagi : “atau setengahnya”, Nabi menjawab : “Jangan”, kemudian beliau bersabda : “sepertiga saja, karena seperti sudah dianggap banyak, sesungguhnya engkau meninggalkan anakmu dalam keadaan berkecukupan lebih baik daripada engkau meninggalkannya dalam keadaan miskin dan meminta-minta kepada manusia, dan tidaklah engkau menginfakkan hartamu dengan mengharap Ridlo Allah kecuali akan diberikan ganjaran, walaupun sesuatu yang engkau letakkan dimulut istri kamu”. (Muttafaqun ‘alaih), hingga pada akhirnya Sa’ad dikarunia anak yang banyak, diantaranya adalah Ibrahim, ‘Amir, Umar, Muhammad dan Aisyah.
Rasulullah saw sangat cinta kepada Sa’ad, dari Jabir diriwayatkan, dia berkata : “Saat kami bersama Rasulullah saw, ketika itu datang Sa’ad, maka Rasulullah saw bersabda : “Ini adalah pamanku, maka lihatlah seseorang dari pamanku”. (At-Turmudzi, At-Thabrani dan Ibnu Sa’ad).
Sa’ad seorang sahabat yang doanya diijabah (dikabulkan) oleh Allah, dan Nabi pernah mendoakannya, beliau bersabda : “Ya Allah, kabulkanlah Sa’ad jika dia berdoa kepada-Mu”. ((At-Turmudzi).
Saat Umar menjabat sebagai Khalifah, Sa’ad ditugaskan menjadi gubernur di Kuffah, dan Umar selalu memantau anak buahnya dan mencari tahu keadaan para pejabatnya, suatu hari Umar datang ke Kuffah guna meneliti pengaduan penduduk Kuffah bahwa Sa’ad saat menjadi Imam bacaannya panjang sekali, namun saat umat berjalan menelusuri masjid dan bertanya kepada penduduk sekeliling tidak ada yang mengatakan tentang Sa’ad kecuali yang baik saja, kecuali satu orang diantara mereka yang mengatakan berbeda, maka apa-apa yang telah di tuduhkan atas Sa’ad : bahwa beliau tidak adil dalam memutuskan suatu permasalahan dan tidak membagikan sesuatu dengan merata dan tidak pernah ikut dalam berperang, maka Sa’ad berdoa : “Ya Allah jika yang demikian adalah dusta, maka butakanlah matanya dan perpanjang umurnya, dan singkapkanlah fitnah yang telah disebarkannya, maka pada saat itu ada seorang laki-laki yang berjalan sambil menggenggam selimut lalu jatuhlah biji matanya, saat ditanyakan akan hal tersebut beliau berkata : “itulah orang tua yang suka memfitnah, yang telah tertimpa musibah dari doanya Sa’ad”.
Suatu hari Sa’ad mendengar seorang lelaki mencela Ali, Tolhah dan Az-Az-Zubair, kemudian beliau mencegahnya namun dia tidak mau mendengar dan tidak mau berhenti, maka Sa’ad berkata kepada orang itu : “jadi engkau mau saya doakan atasmu; orang itupun berkata : “apakah engkau mengancam saya, seakan-akan engkau seperti nabi; maka Sa’ad pun pergi, lalu berwudlu dan sholat dua raka’at kemudian beliau mengangkat kedua tangannya, dan berdoa : “Ya Allah jika engkau melihat dan mengetahui bahwa orang tersebut telah mencaci kaum yang telah Engkau berikan kebaikan kepada mereka; dan sesungguhnya juga telah memurkai orang yang mencela mereka; maka berikanlah kepadanya nasehat dan pelajaran; maka setelah itu belum berjalan lama hingga akhirnya keluarlah seekor unta yang besar dari sebuah rumah dan menyerang orang yang telah mencela para sahabat; hingga akhirnya dia tertindih oleh unta dan pada akhirnya orang tersebut mati”.
Saat terjadi penyerangan atas Pasukan Persia diperbatasan negeri Islam, Umar mengirim tentara yang dipimpin oleh Sa’ad bin Abi Waqqash, hingga terjadilah perang Al-Qadisiah, dan pada saat itu kaum muslimin terkepung oleh Pasukan Persia dan sekutunya, sehingga banyak diantara mereka yang terbunuh termasuk salah seorang komandan mereka Rustum, adapun sisa dari pasukan dari Pasukan Persia merasa gentar kemudian mundur, dan kaum muslimin akhirnya mendapatkan kemenangan yang besar dalam perang Qadisiyah tersebut yang dipimpin oleh Sa’ad bin Abi Waqqash. Dan bukan pada Saat itu saja Sa’ad menjadi komandan perang namun banyak peperangan lain yang beliau pimpin, seperti perang Mada’in; saat sekelompok pasukan berkuda berusaha menghadang dan menyerang kaum muslimin, dan Sa’ad menyadari bahwa saat itu pasukan Persia berada dalam posisi yang menguntungkan, maka dia memutuskan untuk menyerang mereka secara tiba-tiba, sedangkan pada saat itu sungai dajlah sedang meluap karena banjir, maka pada akhirnya kuda-kuda kaum muslimin diseberangkan disungai kemudian berjalan melalui jalan lain guna melakukan penyerangan, dan selanjutnya kaum musliminpun mendapatkan kemenangan yang besar.
Saat seorang Majusi Abu Lu’lu’ah berhasil menikam Umar bin Khattab, Umar memilih enam orang dari sahabat agar siap dipilih manjadi khalifah, dan beliau mengabarkan bahwa saat menjelang wafatnya, Rasulullah saw ridlo pada mereka, dan diantara enam orang yang terpilih adalah Sa’ad bin Abi Waqqash, kemuidan Umar berkata : “Kalau saya boleh memutuskan/memilih salah seorang dari mereka untuk menjadi khalifah maka saya akan memilih Sa’ad”, dan beliau berkata kepada orang yang ada disekelilingnya : “jika Sa’ad terpilih maka itulah dia, dan jika yang terpilih selainnya maka mintalah bantuan kepada Sa’ad, maka ketika utsman terpilih, beliau menjadikannya sebagai pembantu dalam setiap perkaranya.
Saat terjadi fitnah diakhir kekhalifahan Ali –semoga Allah meridloinya-, Sa’ad menjauh darinya; mengisolir dirinya, dan beliau memerintahkan kepada keluarganya dan anak-anaknya jangan memberikan kabar tentang keberadaannya.
Dan saat anaknya Amir datang kepadanya dan memintanya untuk ikut serta dalam memerangi orang-orang yang memerangi mereka, dan khilafah juga memintanya, Sa’ad berkata dengan lemah lembut kepada anaknya : “Wahai anakku, apakah dalam fitnah ini menyeret saya untuk menjadi gembongnya ? demi Allah tidak sama sekali sehingga saya sudi mengangkat pedang, jika saya membunuh orang muslim maka dia tidak akan merasa sakit, namun jika saya memukul orang kafir maka saya telah membunuhnya, dan saya pernah mendengar Rasulullah saw bersabda : “sesungguhnya Allah mencintai hamba yang kaya, tidak terkenal (tawadlu) dan bertakwa”. (Ahmad dan Muslim).
Pada tahun 55 Hijriyah Sa’ad mewasiatkan kapada keluarganya untuk mengkafaninya dengan kain yang lusuh yang beliau miliki, dan tidaklah ada baju yang beliau miliki yang memiliki kemuliaan begitu tinggi dari seluruh penghuni yang ada di dunia ini, dia berkata kepada mereka : “sungguh saya berperang melawan orang-orang musyrik, dalam perang Badar menggunakan baju ini, dan pada hari ini saya menyimpannya”.
Beliau wafat di desa Aqiq, kemudian jenazahnya diusung dengan unta ke Madinah, dan dikebumikan disana sebagai sahabat terakhir yang meninggal dari 10 orang yang dijamin masuk surga tanpa hisab, dan sahabat yang terakhir meninggal dari para Muhajirin.
 

Blogger news

Streaming Radio Rodja 756 AM

Read more: http://radiorodja.com/widget/#ixzz2SU02953F

About Little Thing

assalaamu'alaykum warohmatullaah wabarokaatuh... hola saya fadhlia afnan... panggil saya afnan ^^, saya seorang penuntut ilmu... saya cinta sunnah... it means saya cinta Alloh subhanahu wa ta'ala dan juga Rosul-Nya Muhammad Rosulullaah shollallaahu'alayhi wasallam... semoga bisa mengambil manfaat dari saya ^^, selamat mengembara di lautan ilmu...