dalam desir hembus semilir samudra ditepi itu...
mengharapMu, mendengar seruan panggilan ini..
sendiri, berteman sepi berjalan menyusuri tepian kehidupan
ingin ku lihat cahaya itu menunjukku,
ingin ku gapai kemudian lalu ku urungkan kembali,
hati kecil berteriak...
Akankah cahaya ini untukKu? tetapi tidak....
aku belum juga mendapatinya
aku belum juga melihat tandaNya
kemana lagi langkah ini harus ku pilih?
kemana lagi?
ditengah langkah itu,
ku sujudkan kembali dahiku dihadapanMu...
"Betapa Engkau memberikan karunia kepadaku,, Terimakasih..."
isakku,
sadarku temukan mauku...
ribuan langkah, melampaui mampuku
hanya tuk dapati...
aku sama sekali tidak pernah beranjak dari tujuanku...
diri ini,,
didalam relungku.... akulah tujuanku melangkah...
akulah cahaya itu bersembunyi...
mengapa ku berusaha berpaling dariMu?
Engkaulah cahaya, kau titipkan didalam yang tersembunyi...
Kau tata sedemikian rupa...hanya tuk buatku bersujud kepadaMu...
Sang Penitip Hati...
aku rindu Engkau, Sang Penuntun Jiwa....
Ku ingin....
Rabu, 10 Oktober 2012
Senin, 01 Oktober 2012
☀♥SENTUHAN HATI BIDADARI☆♣
Jika kukatakan ini seruan, rasanya suara ini terlalu lemah. Jika kukatakan ini dakwah, sepertinya kalian akan malas untuk membacanya. Biar ku sederhanakan saja, ini adalah sentuhan.. Sentuhan dari hatiku yang terdalam, Semoga Allah melembutkan hatimu, ♥♒♡ ♥♒♡ ♥♒♡ ♥♒♡
Wahai calon-calon bidadari penghuni syurga,
Wahai calon-calon istri shaleha kebanggaan Islam,
Wahai kaum hawa yang didadanya telah tertanam bunga-bunga iman
Yang telah membenarkan kebenaran Al-Islam..
Aku tidak mengajak wanita-wanita kafir pembangkang yang menolak cahaya Islam
Aku tidak menyeru penghuni biara-biara kesesatan,
atau wanita-wanita malam metropolis
Aku tidak mengajak mereka yang hatinya sudah menjadi batu,
Aku tidak megajak mereka yang biasa tertawa saat seruan berjilbab datang,
Biarkan saja mereka begitu,
Hingga hidayah Allah datang
Aku menyeru dengan kelembutan,
Hanya kepada hati-hati yang lembut
Mencoba merayu dari sudut yang aku bisa,
Mengintip celah hidayah diantara hati-hati yang resah,
Sebelum keresahan kalian itu mengering dan mengeras seperti batu
Aku percaya hatimu lembut,
Selembut tutur bahasa,
Seteduh indah tatapan..
Aku tahu kalian sebenarnya iri,
Saat melihat hamba Allah lain bersahaja dengan jilbabnya
Istiqamah dan dimanja dengan kerudungnya
Atau mempesona dengan abayanya
Jujurlah bahwa kalian gelisah
Aku pun paham,
Betapa beratnya harga yang harus kalian tukar
Menjadi baik saat kebaikan seakan cacian
Tapi, jangan berbohong..
Jangan katakan aku belum siap!
Atau juga jangan kalian katakan
‘aku ingin mengerudungi hatiku dulu..’
selembar rambut kalian itu akan lepas dari jilatan api neraka yang menyala-nyala..
Apakah kalian kira
seindah leher yang kalian pertontonkan itu akan kebal api neraka..
Apakah kalian kira
seindah lengan yang selalu cocok dengan segala mode itu akan tahan panas neraka..
Apakah kalian kira
betis indah kalian itu akan lepas dari jeratan panas api neraka…
Ataukah kalian telah lupa..
Bahwa malaikat-malaikat Allah setiap saat menulis setiap dosa-dosa yang dibiarkan itu..
Saat kalian tak sadar aurat kalian tak sengaja terlihat?
Lupakanlah neraka itu..
Jika kalian bosan mendengarnya.
Atau jika kalian telah siap menangkal panasnya..
Sesungguhnya para ikhwan sangat takut..
Apakah kalian tidak kasihan kepada mereka?
Apakah kalian ingin mengajak mereka keneraka, seperti syaitan-syaitan terlaknat itu?
Apakah kalian tidak sadar,
Dengan mengumbar bagian bagian tubuh kalian itu
Kalian telah membantu syaitan, mengikis, dan bahkan meruntuhkan Iman para ikhwan!
Apakah kalian benar-benar tidak takut neraka?
Subhanallah..
Aku takut mendengarnya,
Maafkan aku……
Maafkan sekali lagi…..
Sungguh aku membenci diriku sendiri dan orang orang yang bergelimang dalam kesalahan
Tidak ada hitam di hatiku,
Aduhai,,
aku hanya ingin menyentuh hatimu dan membisikan sekali lagi
Siksa neraka itu berat saudari ku..
Aku ingin kalian pahami,
bahwa para ikhwan itu sangat lemah
Mereka sangat teramat lemah
Hati mereka bisa gemetar saat kalian lewat didepan mereka
Hati mereka kadang gemetar hanya mendengar suara tawa kalian
Kadang berdebar hebat hanya melihat bibir kalian
Mereka kadang membayangkan itu berulang-ulang..
Bahkan mengganggu sholatnya….
Apalagi saat bentuk tubuh kalian sengaja disuguhkan dengan berbagai tatanan.
Mereka pasti tidak bisa berkata-kata.
Kalian pasti senang, mendengarnya
Atau kalian sedang membisikan sesuatu?
Iya kalian pasti ingin menyalahkan mereka,
Para ikhwan…
Kalian tidak salah,
kalian adalah mahkota mahkota terindah di bumi ini
Dan kudengar kalian juga calon-calon bidadari penghuni syurga
Aku ingin kalian menjadi bidadari itu,
Sekali lagi,
Jangan kotori bibirmu dengan kemunafikan
Silahkan katakan dengan lantang kepadaku atau kepada mereka
Bahwa kalian benar,
bahwa niat itu ada didalam hati,
Tapi,
Apakah yang nanti akan kalian katakan dihari pengadilan..
Tanya pada hati kalian
Jawaban apa yang akan kalian berikan, jika besok atau lusa kalian menghadap Nya.
Dan Allah bertanya hal yang sama?
Apakah sekiranya Allah akan membenarkan alasan kalian?
Apakah sekiranya jawaban andalan kalian itu dianggap benar?
Hiasi dulu indah wajahmu dengan jilbab,
Semoga setelah auratmu terlindungi hidayah akan menemuimu
Disaat hatimu sudah terasa teduh,
Kerudungi kepalamu, sebelum hatimu..
Karena hatimu tidak akan menggoda mereka para ikhwan yang lemah itu
Semoga kata-kata pedas ini menyentuh hatimu,
Jika ada setetes darah dari luka yang aku goreskan,
Semoga tetesan itu kelak menjadi saksi di akhirat
Bahwa hari ini adalah perubahan!
Ini terpaksa aku katakan,
Mereka merindukan kalian;
Wahai wanita wanita sholehah…
Aku pun merindukan kalian..
Jaga kehormatan dan kemuliaan kalian
Jangan jadikan anugerah kecantikan kalian menjadi fitnah
Semoga Allah melembutkan hatimu,
Semoga ini tidak melukai hatimu wahai saudariku,
Jika ada darah yg menetas disudut hatimu yang syahdu,
Jangan salahkan aku, jangan salahkan tulisan ini
Ini hanya sentuhan kecil agar menghangatkan hatimu
Agar kalian tidak lupa
Bahwa jam demi jam, hari demi hari dan … tahun demi tahun
Saat kalian lupa atas jilbab kalian,
Ada dua malaikat yang tidak akan pernah lupa mencatat dosa yang kalian tebarkan.
Ketahuilah, Api neraka bahkan tidak punya basa basi
Jika saja hati kalian masih sakit,
Coba sekali lagi renungkan,
bahwasanya air garam hanya terasa sakit di kulit yang terdapat luka.
Di kulit yang berpenyakit,
dan air garam tidak akan terasa sakit di kulit yang sehat
Jika hati kalian sakit, maka maafkanlah aku.
Jika hati kalian sedang berpenyakit
Ini hanya mengingatkan,
Tentang sebuah kewajiban seorang hamba terhadap perintah pemilik jagat raya ini..
Ku yakin dari kalian ada yang tersinggung,
Tapi ini lah yang harus aku katakan..
Dan, sekali lagi kukatakan jika
Berjilbab itu wajib,.
Itu adalah sebuah ketetapan yang harus diterima.
Bagi siapa saja yang enggan, dosa tetap ditulis.. Hari demi hari..
Ku yakin tak akan ada hati yang menolak,
Meski kenyataan bibir akan menolak dengan seribu alasan..
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلالا مُبِينًا
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata” Al Ahzab 36
Maha Benar Allah dengan Segala Firmannya.
Inilah hukum Allah,
Sungguh, kewajiban itu bukan paksaan.
Tapi pengkondisian, agar dirimu menemui kenikmatan.
Ingatlah wahai saudari saudariku tercinta.
Bahwasannya jika Allah ta’ala menjadikan Islam itu Mudah, Bukan berarti hal Wajib bisa menjadi Sunnah…
Untuk kalian yang telah berjilbab,
Berbahagialah dengan keteduhannya,
Semoga keistiqamahan menyertaimu,
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala
yang besar” Al Ahzab 35.
wallohua'lam
*copas dr Umm Aisyah wa Ummu Khonsa*
Langganan:
Komentar (Atom)
